Sabtu, 10 Desember 2016

MEMILIH ATAU TIDAK SAMA SEKALI


sumber : redio.in

Memilih itu emang hal tersulit. Ketika kita pilih A, kadang terlintas pikiran begini : "Kalau ntar gak berhasil gimana, yah?". Begitupun ketika kita pilih B muncul pikiran : "Ah, ntar kalau salah milih gimana, yah?". Ujung - ujungnya dari awalnya milih A trus ganti B begitupun dengan dari awalnya yang milih B trus ganti A. So, kita lalu terperangkap dalam situasi "BINGUNG". Tetapi satu hal yang harus kita ketahui, pilihan itu nggak ada yang salah.

Trus yang salah gimana, dong?

Menurut gue, yang salah adalah kita enggak mencoba untuk memulai atau bahasa gaulnya "start". Ketika kita terjebak dalam situasi "memilih", gue rasa kita terperangkap dalam zona kebingungan. Yah, karena gue sering begitu. Bingung untuk memilih yang mana, karena kadang muncul pikiran - nggak kadang sih tapi sebagian besar - begini : "Ah, ntar memilih ini salah!". Memilih pilihan itu emang hal tersulit, tapi kalau kita selalu terjebak dalam zona bingung mulu, kita gak akan jalan - jalan dan akan berada dalam zona bingung tersebut. Yah intinya, memulai, mulai, dan memulai. Seperti gue bilang tadi, "Pilihan itu nggak ada yang salah". 

Kenapa?

Sebuah pilihan itu emang datangnya nggak terduga. Bisa aja datang ketika lo lagi boker, tiba - tiba muncul pikiran, "Aduh gue lupa. Besok kan panggilan test kerja di 2 perusahaan yang gue suka. Tapi, kalau gue milih perusaahan yang ini, gue jauh dari pacar gue. Ah tapi gajinya kan gede. Bentar, kalau aku milih yang satunya, itu kerjanya enak dan bisa deket sama pacar gue, tapi kan gajinya gak gede". Ujungnya, boker lo terganggu dan kepikiran, bingung memilih pilihan yang mana. Terjebak deh dalam zona bingung. Pilihan itu berwujud abstrak dan bentuknya berbeda - beda. Itulah kenapa gue bilang, pilihan itu nggak ada yang salah. Tapi yang salah adalah kita nggak mencoba memulai dan tetap dalam zona kebingungan terus. Mencoba untuk memulai memilih, bukan berada dalam zona kebingungan. 

Situasi tersebut, sering gue alami. Dulu, waktu udah lulus dari SMA, pilihan itu datang untuk memilih pilihan jurusan kuliah apa setelah gue lulus SMA. "Milih pilihan jurusan yang nyokap saranin, atau milih pilihan jurusan yang gue pengenin". "Ah ntar kalau gue nggak milih jurusan yang nyokap saranin, gue nggak sukses". "Ah tapi kan jurusan itu gak nyaman buat gue". "Bentar - bentar, kalau gue milih pilihan jurusan yang gue pengen, gue bakal seneng ngejalaninya". "Hmm, tapi kan kata mama pilihan jurusan yang gue pengen itu kalau cari kerja sulit". Akhirnya gue bingung sendiri karena gue nggak "memulai" untuk memilih sama sekali. 

Yaps, untuk keluar dari zona kebingungan tersebut, salah satu cara adalah "memulai". Memulai untuk memilih walau pikiran - pikiran itu datang, tapi cobalah untuk segera "memulai" memilih. Ingat, pilihan itu nggak ada yang salah, yang salah adalah nggak mencoba untuk memulai dan hanya sebatas "ketakutan". Akhirnya kita masih terjebak dalam zona kebingungan. Memilih emang hal tersulit, tapi kalau kita gak mencoba untuk memulai, mau sampai kapan kita berada dalam zona tersulit, yaitu bingung?. Gue pun akhirnya mencoba untuk "memulai" memilih pilihan itu dengan yakin dan bismillah. 

Setelah kita memulai memilih, hal selanjutnya yang harus kita jalankan adalah "bertanggung jawab". Yaps, ketika kita sudah memulai memilih pilihan itu, maka kita harus tanggung jawab sama pilihan yang kita pilih. 

Tanggung jawabnya gimana dong?

Tanggung jawabnya adalah jalani pilihan yang kita pilih dengan sebaik mungkin. Jangan memiliki perasaan "Ah nyesel gue, milih ini" atau "Ah tau gitu, gue dulu milih yang ini". Its, ok. Namanya manusia kan pasti ada rasa kecewanya. Tapi, namanya pilihan kan abstrak. Kita nggak tau apa yang terjadi nantinya setelah kita memilih pilihan itu. Namun satu hal yang harus kita jalani adalah tanggung jawablah sama pilihan kita, karena sebuah pilihan itu sudah kita yang memilih sendiri. Jangan menyalahkan keadaan atau hasil yang terjadi disaat kita sudah memilih pilihan itu. 

Trus gimana dong, udah milih pilihan ini tapi nyatanya gagal?

Yang harus kita lakukan adalah intropeksi dan evaluasi, apa yang salah dalam diri kita sendiri dalam menjalani pilihan itu. Ingat pilihan itu nggak ada yang salah. Evaluasi dan intropeksi apa yang salah saat kita menjalani pilihan itu. Memulailah. Mulai, memulai, dan memulailah. Jangan menyesali, kecewa berlanjutan, dan putus asa. Tapi "memulai" lagi untuk merubah. Bukan selalu terperangkan dalam zona - zona yang tidak kita inginkan. Kalian gak mau kan selalu terperangkap dalam zona yang gak kalian inginkan. Begitupun gue, sama sekali gak menginginkan. Lets to start.
"Memulailah untuk memilih pilihan walau hasilnya belum kita ketahui. Tapi darisitulah kita sudah bergerak untuk perubahan daripada tidak sama sekali"
Jangan lupa untuk selalu memberikan kritik dan saran kalian yah :).

About Unknown

Pellentesque penatibus, sed rutrum viverra quisque pede, mauris commodo sodales enim porttitor. Magna convallis mi mollis, neque nostra mi vel volutpat lacinia, vitae blandit est, bibendum vel ut. Congue ultricies, libero velit amet magna erat. Orci in, eleifend venenatis lacus.

You Might Also Like

0 komentar:

Posting Komentar